Sharing dari seorang sejawat

Saya ingin memuat pengalaman salah satu rekan sejawat yang mengirimkan surat (email) kepada saya tentang pengalamannya dalam mencari informasi tentang PPDS-BK. Semoga pengalaman dari rekan tersebut dapat menjadi sumber informasi yang berharga bagi kita semua. Berikut isi suratnya :

dear dr.nico..

istri saya adalah dokter di Kab.Sumbawa-NTB. Kebetulan istri saya kemarin (27/11) sedang tes seleksi PPDS-BK di FK-UGM.

Sedikit berbagi pengalaman, ada yang unik dalam proses bisa ikutnya dia dalam seleksi program yang bikin heboh dokter2 di daerah. Kebetulan kami di sumbawa sangat minim info, jadi kami selama kurun 2007-pertengahan 2008 cuma bisa meraba-raba keberadaan “kesempatan emas” ini. Sampai pada saat awal  januari 2008 kemarin, saya berinisiatif untuk menanyakan langsung ke Dinkes Kab.Sumbawa. Wow, kejutan banget ternyata Kepala Dinas aja gak tau PPDS-BK!!! sampai saya sempat berpikir PPDS-BK ini adalah rekayasa, yaahhh semacam penipuan lewat sms itu, yg meng-imingkan kesempatan besar. Hari gini sapa juga gak mau yg gratisan…

Tapi gak mau terusan berburuk sangka, kami berdua selalu mencoba me ncari tahu keberadaan “makhluk” yg bernama lengkap PPDS-BK Beasiswa Depkes RI ini! Dari bertanya ke TS istri yg ada di Sumbawa (jelas pada gak tau), sampai kontak2 dengan yg di daerah lain. jawabannya selalu “…coba tanyakan ke Dinkes tempat mu donk.” Lha? Kadin-nya aja gak ngerti? Gimana mau ngerti, la wong -off the record-…gelarnya SH. (?!?…sama ama yg nulis).

Browsing di internet…barang langka di tempat kami, gak kayak waktu pacaran dulu, saya dan istri sring menghabiskan waktu di warnet-warnet -yang kayak cendawan di musim hujan-seputaran kota Jogja. Di sumbawa, gak ada warnet Pak!, baru juga ada setelah lebaran 1429H kemarin. Pake PC sendiri? kebetulan waktu itu blum punya… Akhirnya nemuin Blog ini, pas minjem tabletnya temen buat nge-net…..jadi kepikiran langsung aja ke Dinkes Provinsi!

Tapi tak patah arang,saya mencoba menghubungi  Dinkes Prov.NTB,tapi saya harus ke kantornya dan bertemu pejabat di sana, supaya afdol ketimbang lewat telepon. Ada sedikit  pencerahan yg saya dapatkan, bahwa program ini bukan rekayasa adanya, namun cukup membuat kecewa bahwa ternyata program telah masuk pada gelombang II, dan proses  engumpulan berkas di tingkatan provinsi sudah selesai dilakukan, jadi istri saya harus menunggu gelombang III yg katanya merupakan gelombang terakhir. Duh, kenapa gak dari dulu-dulu kami di Sumbawa dapat kabar ini, apa Dinkes Prov. gak menyampaikan ke kabupaten? Gak juga, buktinya yang kabupaten lain juga mengirimkan dokter2 terbaiknya untuk ikut, jadi hipotesa saya….masalahnya ada di Dinkes Kab.Sumbawa.

Pulang  ke rumah, 8 jam perjalanan yg melelahkan, termasuk 2 jam di atas ferry menyebrangi Selat Alas yg memisahkan pulau sumbawa dan pulau lombok (jadi 16 jam bolak-balik pake sepeda motor), tapi cukup puas dengan informasi dan adanya harapan dgn kesempatan yg walaupun tinggal sekali.Back to routineness….

Sampai akhirnya akhir Oktober 2008, saya ditepon Sekretaris Dinkes Prov.NTB (Mr. Mukhtar..), memberi tahu bahwa tim dari DEPKES yg ditugasin penjemput  berkas pelamar PPDS-BK dah ada di Mataram (ibu kota NTB), mempertanyakan kok udah dua kali ini wakil dari Kab.Sumbawa gak ada..jadi saya diminta, lebih tepatnya istri saya diminta datang ke Mataram paling lambat tiba hari itu juga, karena besoknya akan ada pemeriksaan kelengkapan berkas pelamar, dan
istri saya diberikan kesempatan untuk memasukkan berkas menyusul. Jadi pada hari itu saya diminta untuk menyiapkan 20 model persyaratan dirangkap 5…gubrak..jam udah menunjukkan pukul 11.30, ngelengkapain persyaratan segitu banyak, dari rekomendasi Dinkes setempat, keterangan dari IDI Cabang, etc….tapi harus dijalanin. akhirnya setelah persyaratan lengkap, yg
notabene semua syarat yang  pake tandatangan pejabat berwenang urusannya saya serahkan kepada mertua..hehe..kami berangkat pukul 16.00, saya pinjam mobil mertua, dan tiba di Mataram pukul 22.00. Langsung kontak Mr.Mukhtar.. Besoknya berjalan sesuai dengan yg diharapkan.
Mungkin itu sedikit perjalanan istri saya sampai bisa mengikuti seleksi PPDS-BK di UGM, kebetulan jurusan yg dia ambil adalah obgin. Mungkin banyak juga pengalaman temen-temen yg bahkan mungkin lebih seru dari kisah istri saya (istri dan saya). Saya berharap kepada istri saya, kalo dia lulus, cerita ini bisa menjadi penggugah semangat belajarnya, karena ternyata
perjalannya menuju  untuk menjadi spesialis, berliku dan sebenarnya lebih sulit,-kalo tidak ingin menggunakan istilah tragis-, dari kisah yg dituliskan.

Ada satu permintaan saya dr.Nico, sebenarnya sampai sekarang pun, saya belum faham secara detil, termasuk dasar pelaksanaan PPDS-BK, karena kemarin  (27/11) kebetulan bertemu seorang pejabat di Badan Kepegawaian Daerah Kab.Sumbawa. dia mempertanyakan dasar pelaksanaan PPDS-BK, karena sampaisaat ini tidak pernah ada rujukan kegiatan dan terutama sekali rujukan yuridis keberadaan program ini, ada kesan di tutup-tutupi keberadaannya.
Buktinya gak p ernah ada ekspose di TV misalnya, ato di koran-koran. Pertanyaan saya :
1. Apa dasar yuridis pelaksanaan PPDS-BK (seperti Kepres,Peraturan ato SK Menkes)?

2. Apa benar pembiayaan PPDS-BK ini murni menggunakan anggaran dari Kementrian Kesehatan RI tanpa sharing dengan Anggaran Pemda (APBD I atopun II) atau dengan kocek pribadi?
3. Dimana saya bisa mendapatkan informasi detail tentang : “Apa itu PPDS-BK?” secara formal, maksudnya suatu petunjuk teknis yang bisa di pertanggung jawabkan keabsahannya, bukan “katanya”, “menurut info yg gw terima” ato “menurut si anu”. Mungkin berupa Surat Edaran Menkes atau artikel dari situs pemerintah RI.


Mungkin itu saja yg bisa saya sampaikan, semoga sedikit tulisan saya tidak menjadikan dr.Nico kehabisan waktu, mohon maaf jika ada kata2 ygsalah….Terima kasih banyak dok.

Salam,

Lukman Bayuwarsah

Semoga menjadi bahan acuan bagi para dokter dan rekan sekalian agar kita semakin aktif mencari informasi, dan semoga permsalahan birokrasi di Indonesia dapat semakin diperbaiki menjadi ke arah yang lebih baik.

Popularity: 44% [?]

4 thoughts on “Sharing dari seorang sejawat

  1. Wah seru banged cerita “perjuangan’ calon dokter obgin nih. Suers seru. Ada ritual naek speed segala, emang mencil bgt kah sumbawa tu. napa tak naek kuda liar aja?? Heiheihe

    Btw ada sedikit kesamaan dg saya, soal serunya nyiapin berkas2 buat suarat2 adm gt lah. Wkt mo ambil scholarship. Tp saya bukan dokter.. Ampiun emang birokrasi di Indonsia ini. Jadi serba di buru2 waktu, pokoke last minute bgt lah. (My husband paling benci sy suka last minute dalam kerja).

    Kesamaan yg lain adalah nelongsonya hidup di luar jawa heihe. Mf ya pendudkuk asli :-p Saya di Kalbar juga sering ketemu hal serupa. Tp untung saya tak segitu mencil, akses ke airport relatif cepetlah di Kota Ptknya. (Dulu) saya sempat stress wkt awal2 nda nemuin wernet kaya di kampung halaman Yogya sono. Tp skrg dah teratasi sbb internet dah ada di kamar rmh… Alhamdulillah.

    Ok d, met sukses aja buwat Mr. Lukman n istri. Life must go on..

  2. Simply need to say the article is impressive. The clearly with your weblog publish is just simply excellent and I can let you know’re the specialist for this niche. Effectively with your let me to seize your feed to retain up-to-date with next posts. Many thanks 1,000,000 and kindly proceed the sturdy do the job.

  3. Ppds bk tahap 6 udah pemberkasan tgagnal 24 nop 2010 di dinkesprop jateng. Bagi yg milih undip Rencana ujian april 2011, kalo lulus mulai kuliah juli 2011. Katanya kuota 2011 ada 1040 orang, di bagi 2 periode. Jadi kayaknya nanti ada ppds bk tahap 7, untuk ujian okt 2011 dan mulai kuliah jan 2012. Siap2 aja lobi kadinkes dan direktur rsud biar dapat rekomendasi dan tdk ketinggalan info.Setelah semua berkas di masukkan (rangkap 5) ke depkes, nanti depkes yg meneruskan ke chs sampai ke fakultas. Trus tinggal nunggu deh panggilan test akademik dari fk. Eh ktnya tunjangan biaya hidup,transport,buku yg 2 jt perbulan turunnya per semester tapi kalo lancar.

  4. sarahhazel thank goodness she was so detiscprive with her recap. almost like we were there too. I think even there folks know what we know.. that David really is the MAN!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*
Website