Penggunaan CTM dan buah pala sebagai obat tidur

Semua orang pasti setuju bila tidur merupakan aktivitas yang menyenangkan. Saya paling ingat ketika jaman koas dulu, saat jaga kami tidak bisa tidur karena sedang ada wabah DBD dan harus menjagai pasien yang sedang syok. Atau saat-saat menunggu ibu-ibu yang akan melahirkan. Selepas jaga, seluruh badan rasanya rontok dan kasur adalah tempat yang paling nikmat. Sayangnya, tidak semua orang dapat btidur dengan lelap, jangankan terlelap, membuat mata terpejam pun susah. Akibatnya, obat tidurlah yang menjadi solusi, yang ironisnya bukan diperoleh melalui resep dokter tetapi bebas dibeli melalui warung atau toko.

Saat ini, telah terjadi fenomena menggunakan CTM sebagai obat tidur. Sebenarnya CTM merupakan obat alergi, namun memang memiliki efek kantuk. CTM merupakan antihistamin yang memiliki efek samping menimbulkan rasa kantuk, penggunaannya bukan hanya sebagai obat alergi tetapi juga sebagai campuran obat flu. Pemberian CTM akan menguntungkan pada penderita agar dia bisa istirahat dan tidur nyaman. Karena dengan istirahat maka akan mempercepat proses penyembuhan.
Sebenarnya penggunaan CTM sebagai obat tidur itu tidak salah (menurut sumber yang saya baca), karena CTM merupakan obat bebas terbatas, namun aturan pakainya yang harus diperhatikan. Begitu juga dengan dosisnya, karena sebenarnya satu butir CTM saja sudah cukup. Dosis yang diperlukan untuk menimbulkan efek kantuk adalah seperempat tablet CTM. Sehingga perlu diingatkan pada masyarakat bahwa penambahan dosis yang tidak terbatas maah akan menimbulkan efek toksik (racun).
Demikian juga dengan buah pala yang dipercaya sebagai bahan herbal yang dapat digunakan sebagai obat tidur, walaupun berasal dari tumbuhan tetap harus diperlakukan sama. Seluruhnya harus melewati uji klinik dan harus dapat dibuktikan keamanan dan khasiatnya.

Popularity: 27% [?]

If you enjoyed this post, please consider to leave a comment or subscribe to the feed and get future articles delivered to your feed reader.

Comments

Eh kata tim investigasi, ada rumor, pembiusan di bis, pake campuran obat mabuk dan anti alergi. Mangnya bener ? kombinasi ny dari mana koq bs gitu. nico kan ahli nya. kasi tau dong. thanx.

beberapa obat anti alergi memang memiliki efek samping menimbulkan rasa kantuk, jadi kemungkinan besar memang bisa dijadikan sebagai obat bius, apalagi jika dicampur dengan obat mabuk…tapi tentu saja lebih banyak efek toksiknya bagi tubuh.

Hi nic,emg dosis 1 butir CTM tu tinggi po?efeknya brp jam tuh?
Matur thank you ya…

gw $riñg mkè mèrk ív3ñåx. kä2x gw khàn dktêr, jð gw i$ä mñtâ tuk ñidurín tmn2 kämpuz gw, çm 10 mñt däh zzzzzz. 1 bùtir 87 rb, ni kàñ prød lwr

hai nic, saya mau nanya nih.
ada beberapa pertanyaan yg ingin saya tanyakan.
1. ivenax itu ada di jual di apotik ga?
2. cara kerjanya bagaimana supaya seseorang itu dapat dibuat tertidur menggunakan ivenax?
3. apa bisa dicampurkan ke makanan atau minuman?

Kalau dua-duanya dicampur gimana tuh mas????

nicooo……hehehe…numpang coment….ctm campur diazpam dijamin ngantuk…haha

Leave a comment

(required)

(required)



eXTReMe Tracker