Pengalaman mengikuti tes TOEFL

Hari sabtu yang lalu saya mengikuti tes TOEFL di lembaga bahasa UNSRI. Saya mengikuti tes TOEFL ini untuk memenuhi persyaratan beasiswa PPDS BK Depkes 2009 – 2010. Setiap bagian di PPDS mewajibkan calon residen untuk lulus TOEFL dengan nilai minimal 450.

Karena tes TOEFL ini baru saya ketahui beberapa hari sebelumnya, maka tentu saja tidak ada persiapan sama sekali. Saya tidak tahu harus belajar dari mana, tidak tahu jenis soal yang harus dipelajari. Jadi dari browsing di internet saya mendapatkan informasi bahwa pada tes TOEFL ada 3 jenis soal : listening, structure dan reading. Namun, karena tidak adanya waktu lagi untuk belajar, jadi saya hanya pasrah dan mengandalkan bahasa inggris yang saya peroleh selama berkomunikasi dengan bule di forum digital point, BHW dan pengalaman paid review.

Saat tes TOEFL tiba, ternyata bagian listening cukup jelas untuk dimengerti, jika kita sering menonton film Heroes (tanpa subtitle) atau film anime maka kemungkinan besar kita akan mengerti soal listening TOEFL. Pada bagian structure saya mengalami kesulitan karena ternyata membutuhkan pengetahuan grammar yang baik. Dan tentu saja, selama berkomunikasi dengan bule di dunia maya, saya tidak pernah menggunakan grammar yang baik dan tepat ^^. Pada bagian reading inilah kita dapat mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya, karena pada bagian reading pertanyaan sangat jelas jawabannya. Pertanyaan yang selalu ditanyakan pada bagian reading adalah main topic.

Ketika hasilnya tiba, ternyata saya mendapat nilai 557, nilai yang tidak terlalu besar namun dapat dinyatakan lulus tes TOEFL. Jadi kesimpulannya saya ingin membagi tips dan trik lulus TOEFL sebagai berikut : banyak-banyaklah berkomunikasi dengan bule (walau di dunia maya) dan menonton atau membaca berita dalam bahasa inggris. Jika menonton film di DVD, gunakan subtitle English, malah kadangkala subtitle English lebih mudah dimengerti daripada subtitle Indonesian.

Hikmah yang dapat saya ambil adalah :

Bisnis online telah membantu saya dalam melaksanakan ujian TOEFL. Pengalaman di masa lalu telah membantu saya di masa kini.

Popularity: 40% [?]

9 thoughts on “Pengalaman mengikuti tes TOEFL

  1. yep, benar sekali. selama ini saya tidak pernah mengikuti les bahasa inggris yang begitu berarti. namun, saya sering membaca literatur asing dan menonton film-film di DVD dengan subtitle bahasa inggris. saya juga mempraktikkan bahasa inggris yang saya peroleh dari literatur/film-film tersebut di kehidupan sehari-hari.

  2. Salam kenal…
    Sy yulika dr rsud tebing tinggi di sumut. Sy mo ty2 ttg pendaftaran ppds bk, anda sudah sampai tahap mana saat ini. Terimakasih sebelumnya atas jawabannya

  3. hi… lam kenal, minta info bgm mendapatkan beasiswa ppdgs depkes. tolong infonya tqu

  4. 1. bukannya saya malas bealajr bahasa inggris, tetapi saya kurang menguasai pelajaran bahasa inggris, jadi saya kurang memahami atau mengerti jika bapa memberikan tugas atau pr. Sebenarnya saya menyukai pelajaran bahasa inggris, hanya kurang mengerti saja dan kadang-kadang tidak tau artinya jika ada pr atau tugas.2. saya terus berusaha sebisa saya untuk bisa dan mengerti bahasa inggris, saya juga ingin bisa berbahasa inggris yg baik dan menguasai pelajaran bahasa inggris, yg saya inginkan hanya suasana kelas yg nyaman dan releks yg tidak terlalu serius dan tegang dalam bealajr supaya saya lebih mudah memahami dan mengerti apa yg bapa sampaikan ketika bealajr, dan dalam menjelaskan saya ingin bapa tidak berbahasa inggris semuanya dalam menerangkan suatu pelajaran, karena jika bapa berbahasa inggris dalam menjelaskan, saya tidak bisa mengerti dan memahami apa yg bapa jelaskan atau sampaikan.

  5. 1. bukannya saya malas bleajar bahasa inggris, tetapi saya kurang menguasai pelajaran bahasa inggris, jadi saya kurang memahami atau mengerti jika bapa memberikan tugas atau pr. Sebenarnya saya menyukai pelajaran bahasa inggris, hanya kurang mengerti saja dan kadang-kadang tidak tau artinya jika ada pr atau tugas.2. saya terus berusaha sebisa saya untuk bisa dan mengerti bahasa inggris, saya juga ingin bisa berbahasa inggris yg baik dan menguasai pelajaran bahasa inggris, yg saya inginkan hanya suasana kelas yg nyaman dan releks yg tidak terlalu serius dan tegang dalam bleajar supaya saya lebih mudah memahami dan mengerti apa yg bapa sampaikan ketika bleajar, dan dalam menjelaskan saya ingin bapa tidak berbahasa inggris semuanya dalam menerangkan suatu pelajaran, karena jika bapa berbahasa inggris dalam menjelaskan, saya tidak bisa mengerti dan memahami apa yg bapa jelaskan atau sampaikan.

  6. Sorry for the huge review, but I’m really loving the new Zune, and hope this, as well as the excellent reviews some other people have written, will help you decide if it’s the right choice for you.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*
Website