Pelatihan Malaria dari Global Funds
Selama 5 hari ini saya mengikuti pelatihan malaria bersama teman-teman sejawat dari Propinsi Sumsel (MUBA, Muara Enim, OKU). Pelatihan Malaria ini merupakan program dari WHO (Global Funds) untuk memberantas malaria di daerah endemis malaria dan sekaligus mengenalkan terapi ACT untuk daerah yang dicurigai telah resisten dengan klorokuin.
Jumlah peserta terdiri dari 23 dokter, 10 orang diantaranya berasal dari MUBA (yang sebagian besar merupakan teman seangkatanku). Hari pertama kami check-in di Hotel Duta Palembang dan langsung menikmati makan malam serta bersantai di lobi sembari berinternet dengan hotspot gratis yang disediakan.
Hari kedua materi acara dibuka oleh Kadinkes Propinsi, dan tanpa disangka saya diminta untuk memimpin doa pembukaan. Pelatihan langsung dimulai oleh Bu Woro yang datang dari Pusat yang menjelaskan tentang Diagnosis Malaria dan Kebijaksanaan Pengobatan Malaria. Jadi untuk saat ini terapi malaria yang dianjurkan WHO adalah menggunakan ACT (Artemisinin based Combination Therapy), yaitu terapi kombinasi yang berbasis Artemisinin, misalnya untuk Plasmodium falciparum maka kita menggunakan ACT + Primakuin.
Materi hari-hari berikutnya diisi dengan teori-teori Malaria beserta pengobatannya yang sebagian besar telah kita ketahui sejak jaman kuliah, namun dengan adanya refreshing maka menjadi segar kembali. Materi tersebut adalah Penatalaksanaan Malaria pada Ibu Hamil dan Anak-anak, serta Pengobatan Malaria terbaru.
Namun yang paling penting bagi Program Puskesmas adalah pelatihan tentang pengolahan dan pelaporan Data malaria. Hal inilah yang dapat menjadi bukti apakah program Malaria tersebut berjalan atau tidak. Sehingga nanti jika kembali ke Puskesmas maka setiap dokter yang telah mengikuti pelatihan dapat menerapkan ilmu yang telah didapat dari pelatihan ini.
Pelatihannya sendiri cukup menyenangkan, pagi hari disiapkan sarapan pagi dari Hotel, lalu jam 10 ada coffe break, siangnya ada lunch dan jam 3 sore dilanjutkan lagi dengan coffe break. Biasanya jam 4 pelatihan sudah berakhir dan para peserta bisa berjalan-jalan di mall atau menikmati suasana kota Palembang, malamnya dapat dinner lagi. Kemudian bisa bersantai di lobi Hotel sambil menikmati hotspot atau ngobrol bareng teman-teman yang lain (bisa gemuk juga kalau lama-lama ikut pelatihan…hehe).
Pada hari terakhir diadakan post-test dan pembagian souvenir, namun yang paling seru dari pelatihan ini ada pembagian dana bagi para dokter yang telah mengikuti pelatihan (lumayan besar jumlahnya)..padahal udah dikasih pelatihan, nginep di Hotel gratis, dikasih makan dan happy-happy..eh masih dikasih uang lagi. Thanx Global Funds…lain kali mau dunks ikut pelatihan lagi ^^
Gambar-gambar selama pelatihan :

Gbr 1. Pengambilan darah kapiler untuk di tes dengan RDT

Gbr 2. Kamar Hotel tempat gw menginap

Gbr 3. Lobi Hotel tempat kumpul rame-rame

Gbr 4. Pelatihan Malaria oleh Bu Woro (tutor favorit gw)

Gbr 5. Hasil pembacan RDT gw : malaria (-)

Gbr 6. Pengambilan RDT oleh peserta lain
Popularity: 31% [?]
If you enjoyed this post, please consider to leave a comment or subscribe to the feed and get future articles delivered to your feed reader.
Comments
1. caranya kita harus minum obat pencegahan (profilaksis) jika bepergian ke daerah yang dicurigai tinggi angka kejadian malaria.
2. Jika Malaria, ada trias-nya (demam, berkeringat dan menggigil), Tipes biasanya demam terus menerus selama 7 hari, DBD biasanya demam tanpa gejala di atas. Tapi semuanya harus diperiksa laboratoris.
3. Tipes bisa sembuh total, tapi jika terkena lagi kumannya bisa kambuh lagi.
4. Anak bayi bisa kena tipes
5. Tergantung daya tahan bayi
Semoga bermanfaat.

1. Bagaimana menghindari malaria sementara kita selalu kontak dengan dunia luar?
2. Menentukan itu malaria, tipes, ataupun demam berdarah?
3. Tipes itu kok kambuhan ya, bisa di tuntaskan nggak?
4. Anak bayi bisa kena tipes gak ya?
5. Kalau bayi itu tinggal sekamar dengan kakaknya yang pernah kena tipes, kemungkinan tertular lebih besar ya?
Thanks