Pelatihan ACLS di Perki House Jakarta

Hari ini saya berangkat ke Jakarta untuk mengikuti pelatihan ACLS yang diadakan oleh Perki House. Saya sengaja datang ke Jakarta untuk mengikuti ACLS karena pada bulan ini di Palembang tidak diadakan pelatihan ACLS, sedangkan saya membutuhkan sertifikat ACLS sebagai salah satu syarat untuk ujian di PPDS Obgyn FK UI yang rencananya akan saya ikuti Oktober ini. Namun ternyata, saya mendapat informasi bahwa pada bulan Oktober ini juga akan diadakan prajabatan di daerah tempat saya bertugas.

Setibanya di Jakarta saya langsung naik Bis Damri arah stasiun Gambir. Setiba di Gambir saya naik taksi menuju FK UI Salemba (PPDS Obgyn UI). Perjalanan dari Bandara menuju Gambir hanya ditempuh dalam waktu satu jam, dan dari Gambir menuju Salemba sekitar 15 menit. Setiba di RSCM saya menuju Departemen PPDS Obgyn UI di lantai 2 dan setelah bertanya dengan sekretariat, ternyata saya bisa mundur ujian dengan cara mengajukan surat untuk mengikuti ujian pada periode selanjutnya dengan alasan prajabatan.

Setelah dari Salemba UI saya naik bus P916 menuju tanah abang untuk mencari jilbab dan mukena calon istri saya. Sepulang dari tanah abang saya menuju wisma Arsonia untuk beristirahat.

Hari I
Saya masih belum tahu dimana lokasi Perki House, sehingga saya menggunakan ojek untuk pergi ke lokasi pelatihan ACLS.
Setiba di lokasi, ternyata dari luar sangat mirip seperti “HOUSE”, yang didalamnya terdapat beberapa ruangan. Setiba di Perki House, peserta pelatihan ternyata dibagi dua kelompok, 26 orang di lantai 2 dan 26 orang lagi di lantai 3 (jumlah peserta 52 orang). Pukul 07.30 tepat diadakan pretest yang soalnya 50% berupa gambaran EKG. Yang harus dipelajari sebelum pretest adalah irama shockable dan non shockable serta algoritme henti jantung, takikardi dan bradikardi.
Materi yang diberikan :
Hari I
  • Pretest
  • introduction
  • BLS Algorythm
  • Coffe Break
  • ECG
  • Skill Arythmia recognition
  • ISHOMA
  • ACS
  • Bradicardia
  • VT/VF, Asistol, PEA
  • Airway management
  • Coffe Break
  • Skill station ;
  • Airway management
  • BHD
  • Elec Tx
Pada hari I ini saya benar-benar seperti mahasiswa baru lagi, tidak ada seorangpun yang saya kenal, dan materi yang dipelajari pun terasa seperti baru bagi saya. Instruktur yang meberikan materi sangat jelas dan berpengalaman, materi dan algoritma diberikan dengan sangat detail dan selalu diulang sampai jelas. Pada acara coffe break dan Ishoma, makanan dan snack yang disajikan pun sedap.
Setelah Ishoma, kami diberi latihan skill berupa BHD, intubasi dan pengenalan alat defibrilator.
Sampai sore saya masih belum mengenal seorang pun  di pelatihan ini, namun ketika akan pulang ke wisma arsonia ternyata ada juga peserta yang menginap disana sehingga kami pulang bersama-sama naik taksi. Untunglah di wisma arsonia ini hotspot nya sangat cepat, saya bisa mendownload sebesar 300MB hanya dalam waktu 2 jam. Sehingga saya pun bisa menflip website disana.
Hari II
  • Acute Pulmonary Edeme, Hypotension, shock
  • Tachycardia algorythm
  • Pharmacology
  • Coffe break
  • Simulasi megacode
  • ISHOMA
  • Megacode
hari 2 materi diawali dengan algoritma2 henti jantung dan obat-obatan. setelah coffe break, kami diberikan simulasi megacode. Pada simulasi ini, setiap peserta mendapat giliran sebagai kapten, petugas ventilasi, petugas RJP, petugas obat dan pencatat. Walau sebenarnya algoritma sudah sangat jelas, tapi ketika di simulasi maka kadang-kadang pikiran menjadi “blanky” ketika bertugas sebagai kapten. Namun pada simulasi kami semua masih dapat tertawa dan bercanda. disinilah saya mulai mengenal sebagian peserta, dan semuanya menjadi makin menyenangkan. Saya pun pulang dengan peserta yang menginap di wisma arsonia, dan kami pun belajar bersama di lobby. Rasanya kembali ke jaman koas, dan yang lebih menyenangkan adalah bertemu teman-teman baru. Mereka ada yang berasal dari Palu (Sulawesi), Tasik, Bandung dan Padang. Kami melanjutkan belajar hingga jam 10 malam dan berharap agar ujian besok dapat kami lalui dengan lancar.
Hari III
  • Post test
  • Ujian Megacode
Inilah hari yang paling menegangkan, tepat jam 07.30 dimulai dengan postest dan selanjutnya langsung dilanjutkan dengan ujian megacode. Kelompok saya mendapat giliran pertama yang diuji oleh dr. Fahrial SpJP. Dan ternyata seperti dugaan, kami semua berada dalam keadaan tegang sehingga tidak ada seorangpun yang dapat menyelesaikan kasus dengan lancar. Saya sendiri pun kurang teliti karena ketika monitor menunjukkan asistol saya langsung melakukan RJP tanpa mengecek alat apakah itu true asistol atau kesalahan alat. Jadi semua algoritma harus dilakukan dengan sangat tepat tanpa kurang suatu apapun, jadi sebelum ujian harus berulang-ulang untuk melakukan latihan kasus.
syukurlah pada kesempatan kedua kami semua dapat menyelesaikan kasus hingga pasien selamat, dan ternyata bukan hanya kelompok kami yang keluar tetapi kelompok yang diuji oleh dr. Endang pun juga diminta untuk keluar.
Tepat jam 12 setelah makan siang maka dilakukan acara penutupan dan pembagian sertifikat. Syukurlah saya bisa lulus pelatihan ini, karena ternyata ada juga yang mengulang ACLS kali ini, namun mereka tidak perlu membayar biaya pelatihan lagi, tetapi hanya membayar uang makan.
Setelah pelatihan, kami sempatkan untuk berfoto dan berpisah untuk pulang ke kehidupan masing-masing dengan membawa bekal ilmu ACLS.

Popularity: 32% [?]

One thought on “Pelatihan ACLS di Perki House Jakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*
Website