<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>nicopoundra.com &#187; Zone Alternatif</title>
	<atom:link href="http://nicopoundra.com/category/zone-alternatif/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://nicopoundra.com</link>
	<description>Apapun yang terjadi, patut disyukuri.</description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Feb 2012 16:19:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Kerokan : bukan lagi terapi kampung (II)</title>
		<link>http://nicopoundra.com/kerokan-bukan-lagi-terapi-kampung-ii/</link>
		<comments>http://nicopoundra.com/kerokan-bukan-lagi-terapi-kampung-ii/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Mar 2008 08:05:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nico</dc:creator>
				<category><![CDATA[Zone Alternatif]]></category>
		<category><![CDATA[kerokan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nicopoundra.com/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[Penelitian lebih dalam mengenai manfaat kerokan dilakukan di Universita Sebelas Maret Solo. Hasilnya cukup mencengangkan. Di bawah bimbingan tiga Guru Besar FK Airlangga Surabaya, akhirnya terciptalah kesimpulan bahwa kerokan dapat menyebabkan kenaikan kadar Beta-endorfin yang bermakna sehingga akan mengurangi rasa nyeri otot (mialgia), menimbulkan rasa nyaman, segar, eforia. Kadar PGE2 (Prostaglandin E2) yang menurun menyebabkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Penelitian lebih dalam mengenai manfaat kerokan dilakukan di Universita Sebelas Maret Solo. Hasilnya cukup mencengangkan. Di bawah bimbingan tiga Guru Besar FK Airlangga Surabaya, akhirnya terciptalah kesimpulan bahwa kerokan dapat menyebabkan kenaikan kadar Beta-endorfin yang bermakna sehingga akan mengurangi rasa nyeri otot (mialgia), menimbulkan rasa nyaman, segar, eforia. Kadar PGE2 (Prostaglandin E2) yang menurun menyebabkan mialgia berkurang.<br />
Apa sebenarnya PGE2 itu? Kenyataannya, PGE2 merupakan biang kerok penyebab rasanyeri pada mialgia (nyeri otot). Jika PGE2 naik maka akan menaikkan kepekaan nosiseptor yang disebut sentra sensitisasi. Sehingga jika kadar PGE2 bisa diturunkan maka rasa nyeri tersebut juga akan berkurang. PGE2 ini merupakan produk metabolisme asam arakidonat pada membran sel dengan perantara enzim siklooksigenase. PGE2 menyebabkan rasa nyeri karena menaikkan kepekaan nosiseptor. Tinggi rendahnya kadar PGE2 akan mempunyai korelasi dengan berat ringannya mialgia.<br />
<span id="more-18"></span><br />
Pada kerokan ini terjadi suat reaksi inflamasi atau radang dengan segala respon yang mengikutinya seperti perubahan diameter vaskular (pembuluh darah), migrasi sel darah putih (leukosit) dan pengeluaran mediator inflamasi seperti IL-1, beta, Clq, C3, beta endorfin dan PGE2.</p>
<p>Jadi dengan semakin mahalnya biaya pelayanan kesehatan dan harga obat di Indonesia, semakin banyak orang mecari pengobata alternatif, dan kerokan dapat menjadi salah satu solusinya. Tapi perlu pengembangan lebih lanjut dan perlu diteliti juga aspek kerugian pengobatan kerokan ini. Apalagi ada juga masyarakat tertentu dan dokter yang justru menentang pengobatan tradisional ini dengan alasan akan menimbulkan dan menyebabkan kerusakan kulit.<br />
Tapi semua pilihan diserahkan kepada Anda&#8230;akankah memilih pengobatan kerokan atau yang lain ?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nicopoundra.com/kerokan-bukan-lagi-terapi-kampung-ii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kerokan bukan lagi terapi kampung</title>
		<link>http://nicopoundra.com/kerokan-bukan-lagi-terapi-kampung/</link>
		<comments>http://nicopoundra.com/kerokan-bukan-lagi-terapi-kampung/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Mar 2008 15:37:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nico</dc:creator>
				<category><![CDATA[Zone Alternatif]]></category>
		<category><![CDATA[kerokan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nicopoundra.com/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[Kejadian ini terjadi di Ruwais, Uni Emirat Arab beberapa waktu yang lalu dan tersebar di beberapa mailing list (milis). Alkisah, seorang ibu Indonesia yang bermukim di Ruwais mengantarkan anaknya berobat, karena sakit demam. Ketika sampai di rumah sakit, sang dokter begitu terkejut ketika melihat sekujur tubuhnya bergaris-garis merah seperti kena cambukan. Dengan keterbatasan bahasa Inggris [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center"><img src="http://img509.imageshack.us/img509/7650/kerikanhe8.jpg" alt="kerokan" height="149" width="246" /></p>
<p>Kejadian ini terjadi di Ruwais, Uni Emirat Arab beberapa waktu yang lalu dan tersebar di beberapa mailing list (milis).<br />
Alkisah, seorang ibu Indonesia yang bermukim di Ruwais mengantarkan anaknya berobat, karena sakit demam. Ketika sampai di rumah sakit, sang dokter begitu terkejut ketika melihat sekujur tubuhnya bergaris-garis merah seperti kena cambukan.<br />
Dengan keterbatasan bahasa Inggris yang dipunyai sang ibu, dia berusaha menjelaskan kenapa ada garis-garis merah di seluruh tubuh sang anak. tetapi sang dokter tidak percaya bahkan semakin curiga ada unsur penyiksaan dan bahaya dalam kasus ini. Apalagi setelah sang anak menjawab &#8220;Yes&#8221; ketika ditanya &#8220;did your mother hit you?&#8221;<br />
Tidak ada ampun, dokter itupun segera melaporkan ibu ini kepada polisi Ruwais. Masalah kemudian bertambah ruwet dan meluas, ketika sang ayah pun dipanggil ke kantor polisi.<br />
Investigasi sektoral dilakukan marathon kepada keluarga Indonesia ini. Tidak bisa dibayangkan seharian harus berurusan dengan polisi, hanya gara-gara&#8221;kerokan&#8221;. Dan polisi tidak akan melepas status mereka sebelum sang dokter mencabut pengaduannya.<br />
<span id="more-17"></span></p>
<p>Cerita beberapa jam berikutnya di RS, sang dokter tersebut menerima lagi pasien anak Indonesia dengan penyakit yang sama, yaitu : flu, demam dan sakit kepala. Saat diperiksa, betapa terkejutnya sang dokter ketika melihat garis-garis merah yang serupa dengan anak Indonesia yang diperkarakan sebelumnya. Terjadi tanya jawab yang agak lepas antara ibu sang pasien dengan sang dokter.<br />
Dokter akhirnya memaklumi dan menyimpulkan bahwa &#8220;kerokan&#8221; adalah pengobatan tradisional ala Indonesia. Dia berpesan kepada sang ibu untuk tidak melakukannya lagi karena alasan berbahaya.<br />
Memang bagi sebagian dokter yang tidak paham seperti dokter di Ruwais tadi, akan menganggap bahwa kerokan berbahaya karena menyakiti tubuh. Tapi, tengoklah apa yang dilakukan sebagian besar masyarakat Indonesia, terutama dari etnis Jawa ketika mereka demam; mengambil uang koin lima ratus/ seratus perak lalu minyak kelapa dan balsem dan minta dikeroki. Saya sendiri pun sering minta kerok jika sedang tidak enak badan. Dengan demikian, kerokan dapat dianggap sebagai terapi yang mengakar dan membudaya.<br />
Namun apakah kerokan berbahaya dan bagaimana sebenarnya efeknya pada tubuh? Tunggu saja ulasannya dari segi ilmiah besok hari.Sekarang udah ngantuk dan pulang kehujanan dari warnet&#8230;.dikerok dulu ah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nicopoundra.com/kerokan-bukan-lagi-terapi-kampung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

