Ada apa dengan negara ini?

 tepung terigu
Belum lagi hilang dalam benak kita peristiwa kelaparan yang menimpa beberapa saudara kita di tanah air, ada yang hanya makan nasi aking, banyaknya kejadian gizi buruk bahkan ada yang sampai meninggal karena tidak makan selama beberapa hari. Ironisnya, beberapa pejabat di daerah XXXX malah membeli 48 mobil dinas baru dimana rakyatnya sedang dilanda kelaparan.

Ditambah lagi barusan saya membaca majalah kesehatan yang memberitakan bahwa Menteri Perindustrian mencabut peraturan fortifikasi pada tepung terigu. Hal ini jelas akan sangat berbahaya karena tanpa fortifikasi, maka tentunya tepung terigu tidak akan ada nilai gizinya lagi.
Sebenarnya apa sih fortifikasi itu? Menurut kamus besar bahasa Indonesia,fortifikasi berarti pembentengan. Lalu apa hubunganya dengan tepung terigu? Melalui aturan fortifikasi, maka tepung terigu wajib diberi tambahan zat gizi mikro berupa zat besi, seng, vitamin B1, vitamin B12 dan asam folat. Nah, jika aturan fortifikasi tersebut tentu saja tepung terigu yag bertebaran akan menjadi tidak ada kandungan gizinya lagi. Memang akan lebih murah, tapi hal ini malah akan menyebabkan peningkatan resiko kekurangan zat gizi pada anak dan kaum perempuan.
Tentu saja keputusan ini ditentang banyak pihak, tak hanya di Indonesia tetapi juga di luar negeri (UNICEF). Menurut UNICEF, tanpa fortifikasi maka akan menimbulkan kerawanan penyakit dan kematian, menghambat perkembangan mental dan fisik, serta mempertinggi gangguan saraf bayi pada saat dilahirkan. Fortifikasi sendiri merupakan upaya yang paling mudah dan murah untuk membentengi anak dari kekurangan zat gizi. Setidaknya kita harap semoga pemerintah lebih bijak dalam mengambil dan membuat keputusan. Dan semoga saja negara kita yang “kaya” ini dapat menjadi lebih baik.

Popularity: 8% [?]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*
Website