End Year Holiday | KL Bird Park – Aquaria – Discoveria

Akhir tahun, alhamdulillah bisa mendapatkan libur yang cukup panjang. Saya, Mommee dan anak-anak berangkat menuju Jakarta dikarenakan tiket PLG-KL sudah full. Harusnya dapat tiket PLG-KL hanya dibawah 500rb karena kebanyakan mikir jadinya malah sudah full dan kehabisan tiket. Belum lagi hotel di akhir tahun dan liburan natal juga sangat full.

Alhasil kami berangkat dulu menuju Jakarta dengan penerbangan pagi dan tiba di Jakarta jam 12 siang. Syukurlah kami membawa stroler sehingga sangat memudahkan dalam perjalanan. Hotel yang kami pilih di Jakarta adalah Aston Marina Ancol, kamarnya lumayan besar dan nyaman, anak – anak langsung berlari kecil. Setelah mandi dan beristirahat sebentar, kami langsung memesan taksi menuju DUFAN dan ternyata hanya butuh waktu 5 menit untuk menuju DUFAN. Tiket masuk DUFAN saat ini hampir 300 ribu, dan kebetulan ada kesempatan membuat annual pass gratis. Mommee dan anak-anak antusias memasuki DUFAN dan mencoba berbagai wahana disana, terutama khusus untuk anak-anak. Pertama naik kuda di komidi putar (lupa namanya..hehe), terus nonton parade, naik wahana ice age bareng cello, naik boneka gajah dan panda, melihat histeria, makan di food corner, dan keliling-keliling, happy day. Sorenya kami pulang ke hotel dan beristirahat untuk siap-siap berangkat ke KL.

Jumat,  Pukul 6 pagi kami menuju bandara untuk terbang ke KL, penerbangan berjalan mulus dan anak-anak tertidur selama perjalanan. Tiba di KL pukul 11 siang waktu KL, anak-anak mulai kelelahan tapi Cello tak berhenti berceloteh tentang KL Bird Park. Piere juga tampak lelah, tapi masih bersemangat. Bandara KL masih nyaman dan tidak berubah, kami mencari taksi untuk menuju hotel Impiana KLCC. Biasanya kami menginap di Berjaya Time Square, tapi kali ini ternyata kami tidak dapat kamar disana. Namun, hotel ini juga cukup nyaman dan berbintang empat, jaraknya dari Suria KLCC dan twin tower hanya 10 menit jalan kaki, bisa juga ke mall pavilion dan bukit bintang dengan melewati pedestrian bridge. Makanan yang sering kami pesan disini adalah mie goreng mamak, breakfastnya lumayan, namun agak jauh dari restoran indonesia.

Sorenya kami langsung menuju Aquaria, namun karena anak-anak belum makan jadi kami agak terburu-buru. Cello Piere antusias melihat ikan-ikan seperti biasanya,  namun suasana di Aquaria sangat ramai, bahkan untuk membeli tiket perlu waktu 20 menit mengantri. Senang melihat Cello Piere berceloteh melihat ikan-ikan di Aquaria. Pulang dari sana kami menuju Avenue K dan membeli sepatu untuk Piere, dan rencananya akan melihat Dinosaurus, namun sebelum ke Discoveria ternyata Cello muntah jadi terpaksa kami memilih kembali ke Hotel.

Sabtu, | Pagi ini kami sarapan dulu di Hotel dan bersiap menuju KL Bird Park (untuk yang keempat kalinya). Perjalanan memakan waktu 20 menit dan kami tiba di KL Bird Park pukul 10.30 waktu KL. Cello ikut antri membeli tiket, Piere bersama Mommee, anak-anak antusias sekali dan sangat bahagia melihat mereka berceloteh. Karena masih pagi, cuaca tidak terlalu terik, dan seperti biasa Cello semangat untuk berjalan tanpa mengeluh capek. Piere naik stroler namun juga tetap ikut berjalan-jalan kecil. Burung-burung menghampiri anak-anak dan mommee, terutama peaciock dan burung putih. Sayangnya burung disini tidak sebanyak waktu kami pertama kali berkunjung disini, kelihatannya ada yang berkurang. Seperti biasa, jika berkunjung kesini wajib berfoto di Photo Boothnya, apalagi Cello yang tidak sabar ingin memegang burung. Namun, sayangnya pada station Parrot semua burungnya sudah kekenyangan jadi kami tidak bisa memberi makan Parrot, padahal Cello sangat senang dengan Parrots. Kami terus berkeliling sampai ke flaminggo, sampai ke burung kasuari, burung merak, sampai melihat museum burung dan perkembangan embrio ayam, dan terakhir menuju tempat souvenir, very happy day.

Selanjutnya perjalanan dilanjutkan dengan taksi menuju Avenue K untuk melihat Dinosaurus di Discoveria (lantai 4 Avenue K). Setiba disana Cello masih susah makan, jadi butuh waktu untuk memberi makan Cello. Pukul 4 kami masuk ke Discoveria dan tak lupa foto-foto. Sebelum masuk Cello Piere memakai jas petualangan dan lampu kepala, lucu sekali…pertama – tama kami disambut dinosaurus-dinosaurus yang bergerak kecil dengan suara mengaumnya. Cello Piere tidak takut sama sekali dan tampak terheran-heran melihat Dinosaurus tersebut. Pokoknya tak berhenti berfoto, lucu melihat tingkah Cello Piere. Mommee juga sangat happy mendampingi anak-anak berkeliling dan berfoto. Tak lupa kami berfoto dengan menunggangi T-Rex dan membeli oleh-oleh.

Sepulang dari Discoveria kami berjalan menuju Twin Tower untuk berfoto di depan menara kembar, tapi Piere tampak sudah lelah dan agak hangat, jadi kami hanya sebentar di daerah Twin Tower. Selanjutnya langsung pulang ke hotel dan mengajak anak-anak tidur. Mommee belum puas berbelanja, jadi setelah anak-anak tidur Mommee berkeliling ke Suria KLCC. Mommee malah lebih banyak belanja untuk keperluan anak-anak daripada pakaian Mommee sendiri. Selanjutnya kami bersiap-siap packing untuk kembali menuju Palembang, Indonesia besok hari.

IMG_2081

What’s a wonderful Holiday in 2015.

 

 

Popularity: 5% [?]

Gundam ke empat : Wing Gundam Proto Zero XXXG-00W0

Kali ini saya merakit gundam wing seri endless waltz, yaitu gundam wing proto zero. Namun kali ini ada sedikit penambahan detail pada rakitan gundamku, yaitu lining dan menggunakan modeller knife agar lebih rapi. Selain itu decalnya saya pasang semua sehingga tampak makin keren. Akhirnya setelah tiga hari  berkutat dengan gundam wing, saya persembahkan gundam wing proto zero…gundam keempat yang saya rakit.

image image image image image image

Popularity: 28% [?]

Memulai hobi baru : bercocok tanam

Bibit cabe bhut jolokia

Benih cabe bhut jolokia

Saking senangnya saya dan istri dengan sambal yang super pedas, maka saya mencari cara agar tidak kehabisan stok cabe, bahkan saya dan istri memiliki ide bisnis untuk membuat restoran kuliner yang super pedas.  Setelah petualangan kami mencicipi makanan pedas, yaitu bebek slamet (semarang), warung super sambal (yogyakarta) dan nasi pedas bu andika (bali), maka kami menyimpulkan cabe yang digunakan adalah cabe Bhut Jolokia.

Karena cukup susah mencari pemasok nya di daerah kami, saya memutuskan untuk membeli bibit cabe Bhut Jolokia dari pulau Jawa. Akhirnya pesanan saya tiba juga hari ini dan saatnya menanamnya. Sayangnya saya juga masih amatir dalam hal cocok tanam ini, jadi nanti kita coba lihat bagaimana hasilnya…apakah saya akan memiliki kebun cabe Bhut Jolokia, time for new hobby.

 

Popularity: 30% [?]

Idul Fitri 2013 di Palembang

Sehari sebelum lebaran kami baru berangkat ke Palembang, ya…lebaran kali ini kami merayakannya di Palembang. Setiba di Palembang kami berkeliling mengumandangkan takbir bersama oman, kiki, dan rio. Kami hanya berkeliling di Jakabaring,  OPI hingga seputaran kampus.

Esoknya saya sholat id bersama papa, rio dan oman…sudah ada pakngah di rumah. Saya, istri dan Cello bersama rombongan silahturahmi ke rumah akas di kampus, kemudian kami mengunjungi rumah wak wardah dan sorenya mengunjungi rumah ayah di perumnas. Esoknya kami mengunjungi balik rumah pakngah, kemudian kami ramai2 berenang di amanzi…cello gembira sekali berenang sampai tak terasa hari sudah sore. Besoknya giliran jalan2 ke mall bareng om rio, kami makan di nobu restaurant dan malamnya nonton film bersama rio dan ira. Cello juga senang sekali bermain di amazone,  sampai saya dan istri yang kecapean menemaninya. Esoknya kami makan lagi di bebek slamet dan nonton smurfs 2. Hari selasa pagi, kami mengantar rio pulang ke bali dan rabu pagi kami berangkat ke baturaja.

Popularity: 35% [?]

Luffy from Semarang

Sebenarnya action figures ini banyak beredar di internet, tapi pandangan pertama saya di action figures ini jatuh di Semarang…seketika itu juga saya memutuskan membelinya di toko lokal walaupun harganya dua kali lipat jika membeli di internet. Namun saya cukup puas dengan karakter buatan Brotherhood ini dibandingkan Luffy Bandai yang saya beli setahun yang lalu, detailnya cukup rapi dan apinya itu..ehm, mantap.

Popularity: 40% [?]

Second Wedding Anniversary : Hongkong Disneyland

Penerbangan pertama cello cukup lancar, ia hanya menangis tiga kali selama di pesawat ketika terjadi perubahan tekanan, telinga saya saja sampai kesakitan karena sedang flu berat.

Hari pertama tiba di hongkong waktu telah menunjukkan pukul 20:00, bandara international hongkong

Luas sekali sehingga kami membutuhkan waktu sekitar setengah jam lebih untuk sampai ke pintu keluar. Sebelumnya kami langsung menuju Tourist Information dan membeli tiket octopus card untuk dua adult (@ HKD150). Saran saya jika Anda ingin menukar mata uang rupiah jangan menukarnyadi Bandara,karena nilai mata uang kita menjadi kecil sekali. Tempat penukaran mata uang rupiah yang paling masuk akal bagi kami adalah di Causeway Bay, tempat dimana banyak orang Indonesia tinggal di Hongkong. Selanjutnya yang harus dilakukan adalah makan setelah menempuh 5 jam perjalanan, jadi kami makan malam dulu di McDonald sebelum nanti susah mencari makan di luar. Sebelum tiba di pintu keluar kami sudah merasakan hawa dingin yang pekat, menurut papan petunjuk yg ada di bandara cuaca saat ini berkisar antara 14 – 17 C. Cuaca yang menurutku lebih dingin daripada Pagaralam dan Puncak. Jaket yang kami persiapkan dari Palembang ternyata tidak mampu menghangatkan kami.

Pejalanan mencari pintu keluar rupanya masih lebih mudah daripada perjalanan kami mencari hotel. Karena taksi di hongkong tidak akan mengantar kita ke hotel jika kita belum memiliki hotel yang pasti untuk menginap. Dan gawatnya semua hotel di hongkong harus dibooking dan dipesan dulu melalui internet, karena jika tidak dibooking maka harganya akan menjadi berlipat ganda atau bahkan tidak mendapat hotel sama sekali. Jadi kartu kredit adalah kartu wajib yang harus dimiliki sebelum ke hongkong. Karena kami belum memesan hotel lewat internet maka kami harus kembali ke hotel reservation yang berada disebelah tourist information. Hotel yang kami pesan untukmalam ini adalah stanford hill hotel dan karena tujuan besok adalah disneyland maka kami juga langsung memesan holywood hotel untukbesok hari.

Popularity: 40% [?]

Semarang

Inilah gambar liburan kami di Semarang

Sementara itu kami makan di mbah jingkrak

Popularity: 40% [?]

Nyobain Foto Family di Studio 77

Cello sudah berumur 5 bulan, kayaknya sudah bisa diajak foto bareng ni…mumpung lagi di Palembang kami memutuskan untuk nyobain foto di Studio 77 (walaupun pernah sempat kecewa waktu foto hamil disana-datanya hilang). Sekalian kami juga mau buat foto kalender 2013…sayangnya pas difoto Cello belum bisa tengkurap, jadi masih foto versi guling-gulingan. Ini hasil jepretan Studio 77 Palembang :

Popularity: 42% [?]